Kali
ini, kita akan membahas tentang persamaan Lagrange yang mempunyai dari besaran
antara lain energi kinetik T , energi
potensial U, serta kerja W . Sebelum membahas Lagrange tersebut
terlebih dahulu kita harus mengingat kembali posisi suatu titik dalam suatu
koordinat. Jika sebuah partikel bergerak didalam suatu ruang tiga dimensi maka
dapat dituliskan energi kinetiknya yang bekerja. Pada dasarnya energi kinetik
merupakan fungsi koordinat umum dan kecepatan umum, sehingga dapat dituliskan
sebagai berikut :
Sedangkan energi
potensial U merupakan fungsi
koordinat umum saja, sehingga dapat dituliskan menjadi
Sehingga dari kedua persamaan tersebut
dapat digunakan untuk mecari fungsi lagrangian yang dapat diartikan sebagai :
Dalam lagrangian ini,
posisi partikel dinyatakan dalam symbol (x,
y, z), dan kecepatannya dinyatakan sebagai
. Sehingga lagrangian
·
Sistem
konservatif
Saat suatu system
konservatif, maka jumlah energy kinetik serta energi potensialnya adalah
konstan. Differensial energy total adalah nol. Pernyataaan tersebut ditunjukkan
dalam persamaan dibawah ini
Lagrangian bekerja di
seluruh system koordinat dan dapat membatasi system. Bentuk lagrangian
merupakan persamaan gerak dari system holonomic dengan koordinat umum. Bentuk
persamaan diatas yang sudah dideferensialkan dapat ditulis seperti bentuk
berikut :
Operasi yang sama dapat
diaplikasikan kedalam system yang bergerak terbatas dengan gaya spesifik yang
konservatif.
(6)
(7)
Pada
persamaan kedua tersebut didapatkan persamaan kedua tersebut sama dengan hukum
2 newton
Sehingga
dapat diketahui persamaan lagrange da koordinat katersian.
Pada
langkah selanjutnya kita mengenal tiga persamaan diatas dari persamaan Lagrange
euler.
·
Sistem tidak konservatif
Jika suatu sistem
dipengaruhi gaya gaya yang tidak mempunyai potensial dapat menggunakan
persamaan seperti dibawah ini
Dimana, dW merupakan kerja dari gaya tidak
berpotensial jika sistem mengalami perpindahan yang sembarang yang sangat
kecil. Dengan besaran 
merupakan
gaya umum yang berhubungan dengan koordinat umum qi.
Sehingga didapatkan persamaan Lagrange
yang melibatkan gaya tidak konservatif menjadi
Penerapan persamaan Lagrange
Persamaan Lagrange sering kali digunakan untuk
menyelesaikan masalah-masalah gerak. Langkah langkah yang dilakukan untuk
mendapatkan persamaan ini antara lain, kita harus dapat mengetahui koordinat
apa yang harus dipakai untuk menyelesaikan persamaan ini, karena terdapat
berbagai tipe koordinat. Setelah kita mengetahui koordinat apa yang dipakai
maka dapat ditentukan posisi dan kecepatan partikel setiap satuan waktu agar
dapat dicari energi kinetiknya dengan menggunakan persamaan 7.1. Jika suatu sistem gerak partikel konservatif, maka
dilanjutkan dengan mencari energi potensialnya. Namun apabila sistem tersebut tidak
konservatif maka dicari nilai koordinat rampatannya 
Contoh penerapan dari persamaan lagrange ini adalah seperti:
- Suatu partikel bermassa m yang bergerak karena pengaruh gaya sentral pada sebuah bidang.
- Osilasi harmonik dalam satu dimensi. Jika suatu gaya peredam bekerja padanya sebanding dengan kecepatan. Maka system tersebut tidak konservatif.
- Sebuah mesin Atwood yang terdiri dari dua benda bermassa m1 dan m2 dihubungkan oleh tali homogen yang panjangnya l dan dilewatkan pada katrol (lihat gambar). Sistem ini memiliki satu derajat kebebasan.
- Partikel yang bergerak pada bidang miring yang dapat digerakkan. Jika sebuah partikel meluncur pada sebuah bidang miring yang juga dapat bergerak pada permukaan datar yang licin, Dalam persoalan ini terdapat dua derajat kebebasan, sehingga kita butuhkan dua koordinat untuk menggambarkan keadaan sistem yang kita tinjau
Tidak ada komentar:
Posting Komentar